Pengemis, iyah begitulah, mengapa sesuatu didalam sini selalu iba terhadap mereka. Mengapa? Oh mengapa? Terkadang, aku berpikir, ada orang yang menolong teman, saudara dan kawan yang padahal orang itu mampu dan orang berada tetapi mengapa ketika mau menolong pengemis, mereka selalu acuh, tak sadarkah bahwa mereka sangat membutuhkan.. Padahal kawan, teman, saudara dan pengemis sama-sama orang yang membutuhkan?why? Hati anda nepotisme, dan anda pilih kasih.
Entah mengapa ketika melihat :
- Anak-Anak -- melihat anak-anak kecil mengemis, dorongan memberi sangatlah kuat, selalu berpikir kasihan, mungkin orang tuanya sudah tiada, atau anak yatim, atau mereka dipaksa.. dan selalu berpikir bagaimana aku nanti kalau sudah jadi orangtua kemudian meninggal dunia dan meninggalkan anak, dan anak itu meminta kepada orang dan tak ada seorangpun yang memberinya, I fell so sad.
- Wanita -- melihat wanita mengemis, kebanyakan ibu-ibu dan nenek-nenek, dorongan memberi sangatlah kuat, selalu berpikir bagaimana kalo yang meminta-minta itu Ibuku atau saudara atau temanku, terus tiada yang memberi sesuatu apapun, aku sangatlah sedih. I feel so sad.
- Laki-laki -- melihat laki-laki mengemis, kebanyakan bapak-bapak dan kakek-kakek, dorongan memberi sangatlah kuat, selalu berpikir bagaimana kalo yang meminta-meminta itu ayahku, saudaraku atau temanku, terus tiada yang memberi sesuatu apapun, aku sangatlah sedih. I fell so sad.
